kasus parodi indonesia raya mengapa pelecehan simbol negara masih kerap terjadi ?

Di tulis oleh Riko Hartanto

kasus parodi indonesia raya mengapa pelecehan simbol negara masih kerap terjadi

Masyarakat Indonesia dan Malaysia baru-baru ini digegerkan dengan kemunculan video parodi lagu Indonesia Raya di platform YouTube. Video parodi lagu Indonesia Raya ini viral sejak diunggah oleh akun YouTube MY Asean, yang memasang logo bendera Malaysia di kanalnya. Dalam video itu, lirik lagu kebangsaan Indonesia itu diganti dengan kalimat-kalimat melecehkan, dan disertai dengan gambar lambang Garuda yang diubah menjadi ayam jago.

pelaku pembuat parodi lagu Indonesia Raya merupakan dua Warga Negara Indonesia ( WNI) berinisial NJ dan MDF. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. NJ (40) merupakan seorang WNI yang berada di Malaysia. Ia ditangkap Polis Di Raja Malaysia (PDRM) di Sabah, Malaysia.

Sementara itu, MDF (15) ditangkap Direktorat Tindak Pidana (Dittipidsiber) Bareskrim Polri di Cianjur, Jawa Barat, 31 Desember 2020. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, kedua tersangka berteman di dunia maya. “Intinya bahwa antara NJ yang di Sabah, kemudian MDF yang ada di Cianjur ini berteman dalam dunia maya, dia sering berkomunikasi,” ujar Argo dalam konferensi pers dikutip dari Kompas TV, Jumat (1/1/2021).